Mukhlish Dan Mukhlash
Persepsi inderawi menarik seseorang ke arah dunia,
Cahaya-Nya melambungkan ia ke langit.
Karena benda-benda terinderai itu
letaknya di alam bawah.
letaknya di alam bawah.
Cahaya Tuhan itu bagaikan laut,
sedangkan yang kita inderai itu bagai setitik uapnya.
sedangkan yang kita inderai itu bagai setitik uapnya.
Apa yang mengendarai indera tidaklah nampak,
yang kita tangkap hanyalah tanggapan dan kata-kata.
yang kita tangkap hanyalah tanggapan dan kata-kata.
Cahaya inderawi, yang berangasan dan berat,
tersembunyi pada hitamnya mata.
tersembunyi pada hitamnya mata.
Penglihatanmu tak sanggup menangkap cahaya inderawi,
bagaimana mungkin ia sanggup melihat cahaya kewalian?
bagaimana mungkin ia sanggup melihat cahaya kewalian?
Cahaya inderawi yang berangasan saja sudah tersembunyi,
apalagi apa yang ada dibaliknya,
yang lebih murni dan halus?
apalagi apa yang ada dibaliknya,yang lebih murni dan halus?
Alam-dunia ini bagaikan jerami,
dalam genggaman angin--yakni alam tak-nampak;
ia hanya sanggup menyerahkan diri,
tunduk sepenuhnya pada alam yang tak-nampak.
dalam genggaman angin--yakni alam tak-nampak;
ia hanya sanggup menyerahkan diri,
tunduk sepenuhnya pada alam yang tak-nampak.
Kadang ia dibentuk merunduk,
kadang menengadah;
kadang bersuara,
kadang utuh, kadang terpecah.
kadang menengadah;
kadang bersuara,
kadang utuh, kadang terpecah.
Kadang ia digerakkan ke kiri,
kadang ke kanan;
kadang darinya tumbuh duri,
kadang menyembul mawar.
kadang ke kanan;
kadang darinya tumbuh duri,
kadang menyembul mawar.
Perhatikanlah, dibalik pena yang menulis,
tersembunyi Tangan;
di atas kuda yang berderap,
ada Pengendara tak-nampak.
tersembunyi Tangan;
di atas kuda yang berderap,
ada Pengendara tak-nampak.
Jika anak-panah melayang,
mestilah ada Busurnya,
walau tak-nampak;
kalau tampak diri-diri kita,
mestilah ada Diri yang tersembunyi.
mestilah ada Busurnya,
walau tak-nampak;
kalau tampak diri-diri kita,
mestilah ada Diri yang tersembunyi.
Jangan patahkan anak-panah,
alasannya ia berasal dari Sang Raja;
tidaklah ia dilepaskan tanpa suatu maksud,
ia berasal dari genggaman jemari Sang Tunggal,
yang paling mengenal sasaran.
alasannya ia berasal dari Sang Raja;
tidaklah ia dilepaskan tanpa suatu maksud,
ia berasal dari genggaman jemari Sang Tunggal,
yang paling mengenal sasaran.
Dia bersabda, "... dan bukanlah engkau yang
melempar, ketika engkau melempar ..":
tindakan-Nya mendahului
tindakan-tindakan kita.
melempar, ketika engkau melempar ..":
tindakan-Nya mendahului
tindakan-tindakan kita.
Patahkanlah kemarahanmu,
bukannya anak-panah itu:
tatapanmu yang penuh amarah
menganggap susu sebagai darah.
bukannya anak-panah itu:
tatapanmu yang penuh amarah
menganggap susu sebagai darah.
Ciumlah anak-panah itu,
dan persembahkan kepada Sang Raja;
anak-panah berpercik darah,
darahmu sendiri.
dan persembahkan kepada Sang Raja;
anak-panah berpercik darah,
darahmu sendiri.
Apa yang tampil di alam nampak,
tak-berdaya, terpenjara dan rapuh;
apa yang tak-nampak
begitu perkasa dan agung.
tak-berdaya, terpenjara dan rapuh;
apa yang tak-nampak
begitu perkasa dan agung.
Kita lah binatang buruan,
yang dinantikan jebakan sangat menakutkan;
kita bagai bola dalam permainan polo,
menunggu pukulan tongkat,
dan dimanakah Sang Pemukul?
yang dinantikan jebakan sangat menakutkan;
kita bagai bola dalam permainan polo,
menunggu pukulan tongkat,
dan dimanakah Sang Pemukul?
Dia menyobek,
Dia pula yang merajut:
dimanakah Sang Penjahit?
Dia meruntuhkan,
Dia yang membakar,
dimanakah Sang Pemadam api?
Dia pula yang merajut:
dimanakah Sang Penjahit?
Dia meruntuhkan,
Dia yang membakar,
dimanakah Sang Pemadam api?
Dalam sekejap Dia sanggup mengubah
seorang suci menjadi kufur;
sekejap pula Dia sanggup mengubah
penyembah berhala menjadi seorang zahid.
seorang suci menjadi kufur;
sekejap pula Dia sanggup mengubah
penyembah berhala menjadi seorang zahid.
Seorang mukhlish setiap dikala dalam bahaya
terjatuh kedalam jebakan,
hingga dirinya sepenuhnya termurnikan.
terjatuh kedalam jebakan,
hingga dirinya sepenuhnya termurnikan.
Karena ia masih berjalan,
dan penyamun tak terhingga jumlahnya;
yang berhasil selamat hanya
mereka yang dijaga-Nya.
dan penyamun tak terhingga jumlahnya;
yang berhasil selamat hanya
mereka yang dijaga-Nya.
Jika belum mati seseorang
dari dirinya sendiri--bagaikan cermin kemilau,
ia tak-lebih dari seorang yang mukhlish:
kalau ia belum berhasil menangkap burung,
maka ia masih berburu.
dari dirinya sendiri--bagaikan cermin kemilau,
ia tak-lebih dari seorang yang mukhlish:
kalau ia belum berhasil menangkap burung,
maka ia masih berburu.
Tapi ketika seorang mukhlish
diubah menjadi mukhlash,
maka ia telah sampai:
ia menang dan selamat.
diubah menjadi mukhlash,
maka ia telah sampai:
ia menang dan selamat.
Cermin tak berubah kembali menjadi besi,
roti tak berubah lagi menjadi biji gandum.
roti tak berubah lagi menjadi biji gandum.
Cairan anggur tak berubah lagi jadi buah;
buah matang tak kembali jadi mentah lagi.
buah matang tak kembali jadi mentah lagi.
Matanglah,
dan menjauhlah dari kemungkinan berubah
jadi kembali buruk:
jadilah Cahaya,
bagai Burhan-i Muhaqqiq.
dan menjauhlah dari kemungkinan berubah
jadi kembali buruk:
jadilah Cahaya,
bagai Burhan-i Muhaqqiq.